lombok tempat berlibur

DPulau Lombok sudah sering didatangi wisatawan menggunakan kapal pesiar, beberapa kapal pesiar itu langsung dari negara lain ke Lombok, seperti Celebrity Millennium yang langsung dari Singapura, dan "Sun Princess" yang langsung dari Australia.

sejarah perjuangan ulama di lombok

Al Mukkarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai ulama' pemimpin umat, dalam kehidupan bermasyarakt dan berbangsa telah mengemban berbagai jabatan dan menanamkan berbagai jasa pengabdian, di antaranya

ingin jadi wirausaha yang sukses ikuti lima cara ini

3)Secara ringkasnya anda kena meneliti syarikat, produk, budaya , teamwork dan orang di sekeliling anda sebelum memulakan bisnes.

ISTIGHFAR DAN TAUBAT KUNCI REZEQI

Allah s.w.t dan Rasul-Nya tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan dan keraguan dalam usaha mencari kehidupan. Tetapi sebaliknya, sebab-sebab mendapat rezeki telah diatur dan dijelaskan. Sekiranya umat ini mahu memahami dan menyedarinya, nescaya Allah s.w.t akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapat rezeki dari setiap arah, serta akan dibukakan untuknya keberkatan dari langit dan bumi. Oleh hal yang demikian itu, perlu dijelaskan tentang berbagai-bagai sebab di atas dan meluruskan pemahaman yang salah dalam usaha mencari rezeki.

APAKAH HUKUM MEWARNAKAN RAMBUT MENGUNAKAN PEWARNA YANG DINYATAKAN HALAL, WALAU PUN BERMACAM-MACAM WARNA?

Apa yang penting bagi orang yang ingin mewarnakan rambut ialah bahan pewarna itu halal dan telap air seperti inai (ini jelas harus dan disebut di dalam hadis) kerana jika tidak telap air, wuduk anda dianggap tidak sah.

Tuesday, March 11, 2014

http://www.tokobagus.com/iklan/mesin-pelerai-jagung-46301298.html

Sunday, March 2, 2014

Dr.H.Kurtubi, anak lombok yg peduli bangsa

Nama nya sudah tidak asing lagi di negara ini.
Dia seorang itelek bangsa yg bergerak di bidang perminyakan dan pertambangan, dgn ilmu yg dia miliki dia merasa terpanggil untuk membenahi bangsa ini yg selama ini menurutnya sudah OREGADE, para petinggi partai politik hampir semua  terlibat dalam korupsi, beliau menyebut org2 seperti ini (Ujat BerBulu Ayam).
Dr.Kurtubi masuk ke dunia polotik dan bergabung dengan partai politi populer masakini, iaitu partai NasDem, mengapa Dr.Kurtubi memilih partai NasDem?, karna menurutnya partai NasDem tidak pernak korupsi, Nasdem juga mempunyai Visi Misi yg sama seperti yg beliau ingin kan.
Mudah-mudahan dapat kepercataan masyarakat LOMBOK memberikan kepercayaan kepada beliau untuk merestorasikan undang-undang migas yg selama ini menguntungkan negara luar.

(Poto saat sosialisasi di desa sukaraja kec.jerowaru LomBok Timur)

Saturday, March 1, 2014

Ahok dan TGB antara 7 tokoh muda yg di undang Dino Patti Djalal

Mantan Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal mengundang Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, serta beberapa pemimpin daerah lainnya yang ia sebut sebagai 'reformis muda' dalam satu panggung. Meskipun pelaksanaan acara ini dekat dengan Pemilu 2014, peserta konvensi capres Partai Demokrat ini menampik bila acara ini ada kaitannya dengan konvensi.

"Acara Ini untuk mengidentifikasi reformis-reformis muda yang akan mengisi panggung politik 2014 dan mendorong agar saling mengenal, mengisi, bersinergi agar reformis kompak," kata Dino sebelum acara dimulai di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2014).

Selain mengundang Ahok dan Ridwan Kamil, acara bertajuk "Reformis Hibrida Reformis Horizontal" ini juga mengundang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi, Wali Kota Terpilih Makassar Ramdhan Pomanto, dan Wali Kota Terpilih Bogor Bima Arya. Mereka dinilai berani melakukan inovasi dan berprestasi di daerah masing-masing.

"Mereka adalah orang yang menurut kita berjiwa reformis dan melakukan inovasi. Mereka berjiwa semangat reformis. Ini hanya 7 pertama. Kita akan terus lakukan ini. Kita percaya banyak tokoh reformis di daerah tapi belum kelihatan," jelasnya.

Dino menepis anggapan bahwa acara ini merupakan agenda politiknya sebagai peserta konvensi capres PD.

"Bukan. Saya ada dua agenda. Agenda pertama yang memang untuk konvensi dan ada agenda kedua yaitu untuk mendorong reformis Indonesia muda agar kompak. Ini yang saya lakukan," ujar Dino.

Bagai mana F1 Ciptaan anak Lombok "SASAK"

Apa yang Anda lakukan kalau sudah bosan sebuah mobil dengan model lama milik Anda? Beberapa orang mungkin memilih untuk menjual mobil tersebut lalu beli mobil keluaran terbaru yang jelas lebih keren. Namun, hal tersebut tak berlaku untuk pria kreatif asal Lombok ini.
Ia adalah Abdul Latif, seorang pria paruh baya sekaligus pemilik bengkel modifikasi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang memilih untuk merombak wujud Daihatsu Hijet keluaran tahun 1980 miliknya menjadi sebuah replika mobil balap F1.

Dikutip dari autonetmagz,
Sabtu (01/02), dengan mengandalkan bekal Rp 50 juta dan kreativitas serta semangat modifikasi yang tinggi, Pak Latif memanfaatkan hampir keseluruhan tubuh mobil bermesin 500cc tersebut untuk menciptakan replika tunggangan balap impiannya. Mulai dari sasis, roda, shockbreaker hingga bagian dapur pacunya berasal dari Hijet 1980 miliknya.

Modifikasi ekstrim yang amat unik hasil karya anak bangsa ini jelas merupakan sebuah prestasi yang semoga bisa menjadi inspirasi pecinta otomotif tanah air lainnya. Lebih hebat lagi, Pak Latif ini menuturkan kalau dalam waktu dekat ini ia akan kembali membuat replika F1 dengan body yang lebih panjang.
Kita tunggu maha karya-mu lainnya. Salut buat Pak Abdul Latief!

Saturday, February 15, 2014

Letusan Gn.Rinjani Di Lombok Ternyata Lebih dahsyat Dari Tambora, 2Kali lebih kuat dari KRAKATAU.

Satu Lagi Gunung di Indonesia yang meletus bahkan lebih dahsyat dari Krakatau dan Tambora terungkap. Abu letusannya bahkan sampai di kedua kutub bumi. ...

Salah satu misteri bencana besar dalam sejarah mungkin telah terpecahkan - yaitu kasus letusan gunung berapi terbesar dalam 3.700 tahun terakhir. Terjadi sekitar hampir 800 tahun yang lalu, letusan ini telah tercatat, dan kemudian terlupakan, dan mungkin juga telah menciptakan sebuah "Pompeii dari Timur", yang mungkin terkubur dan menunggu untuk ditemukan di sebuah pulau di Indonesia.

Bukti abu dari letusan yang tersebar hingga kutub selatan maupun kutub utara, telah menunjuk kepada gunung berapi Samalas di Pulau Lombok di Indonesia. Tim peneliti, yang dipimpin oleh ahli geografi Franck Lavigne dari Université Paris 1 Panthéon - Sorbonne, kini telah memperkirakan bahwa bencana besar itu terjadi antara Mei dan Oktober 1257. Penemuan ini dipublikasikan kemaren dalam Prosiding National Academy of Sciences .

Semenjak glaciologists menemukan bukti-bukti adanya letusan besar tiga dekade lalu, para ahli gunung berapi telah mencari asal letusan di mana-mana dari gunung berapi Okataina Selandia Baru hingga ke El Chichon Meksiko.
Sebelumnya letusan itu diperkirakan delapan kali lebih besar dari letusan Krakatau tahun 1883 dan dua kali lebih besar dari letusan Tambora tahun 1815. Sampai saat ini kita selalu berpikir bahwa Tambora adalah letusan terbesar sejak 3.700 tahun, tapi studi ini menunjukkan bahwa peristiwa di tahun 1257 itu bahkan lebih besar dari Tambora.
Misteri Letusan Terpecahkan.
Untuk memecahkan misteri ini, tim multidisiplin ilmu menggabungkan petunjuk-petunjuk yang telah diketahui dengan hasil temuan baru, yaitu uji radiokarbon, kimia ejecta vulkanis, data stratigrafi, dan catatan-catatan sejarah. Letusan ini dikenal oleh banyak disiplin ilmu yang berbeda, banyak peneliti, tetapi masalah utamanya adalah mereka bekerja secara individual. Untuk itulah dibentuk tim yang terdiri dari ahli geologi, geokimia, geografi, sejarawan, ahli uji radiokarbon dan lain-lain yang kesemuanya dari spesialisasi yang berbeda untuk menggabungkan fakta-fakta."
Gunung Samalas, Lombok (Bawah). Hari ini yang tersisa dari Samalas adalah sebuah kawah besar (Atas).

Letusan gunung berapi tersebut melepaskan 40 kilometer kubik puing ke langit hingga setinggi 43 kilometer, menghasilkan hujan abu yang menetap di seluruh dunia. Di dekat gunung itu sendiri, menumpuk endapan tebal yang dikumpulkan oleh tim di lebih dari 130 tempat untuk menghasilkan gambaran stratigrafi dan sedimentologis dari cara letusan tersebut terjadi .

Para ilmuwan mengetahui kapan terjadinya letusan dengan uji radiokarbon dari sampling batang dan cabang pohon-pohon di sepanjang sisi-sisi dari gunung Samalas dan Rinjani. Data radiokarbon adalah konsisten dengan tanggal letusan abad pertengahan dan tidak menunjukkan sampel lebih muda dari 1257.
Penanggalan radiokarbon ini mengesampingkan kemungkinan kandidat lainnya, seperti El Chichon dan Okataina, yang letusan terjadi di luar waktu tersebut.
 Peta ini menunjukkan sebaran Pumice, batu vulkanik yang ringan dan berpori sebesar 50 mm hingga sejauh 46 km ke sebelah tenggara dari vent Sumbawa. Para ilmuwan mengklaim ini menunjukkan besarnya letusan Samalas

 Peta ini menunjukkan sebaran Pumice, batu vulkanik yang ringan dan berpori sebesar 50 mm hingga sejauh 46 km ke sebelah tenggara dari vent Sumbawa. Para ilmuwan mengklaim ini menunjukkan besarnya letusan Samalas

Lebih jauh, dua dekade lalu telah terungkap adanya sulfat vulkanik dan tephra yang terkunci dalam sampel inti es yang diambil dari Greenland dan Antartika. Itulah bukti kuat atau "sidik jari" dari Letusan tersebut, karena diketahui dari keduanya bahwa letusan yang terjadi adalah letusan dari Gunung berapi tropis.

Hal itu mempersempit kandidat lebih lanjut. Gunung Quilotoa Ekuador tidak menghasilkan kaldera besar saat letusannya terjadi pada sekitar periode waktu yang sama, dan hanya kaldera besar seperti di Segara Anak lah satu-satunya kandidat. Studi komposisi Geokimia dari material vulkanis yang ditemukan di kedua lapisan es di Greenland dan Antartika jauh lebih sedikit kesamaannya dengan material vulkanis dari Quilotoa - tapi memiliki kesamaan komposisi yang sangat meyakinkan dengan material vulkanis Samalas.


Peta ini menunjukkan distribusi arus kepadatan piroklastik ( pDCs ) dari letusan Samalas dan lokasi sampel arang yang digunakan untuk penanggalan radiokarbon. Letusan Besar yang terjadi hampir 800 tahun yang lalu, mungkin telah membuat 'Pompeii dari Timur', menurut para peneliti

 Dampak Dirasakan di Seluruh Dunia
Meskipun letusan itu terjadi di khatulistiwa, dampaknya terasa dan tercatat di seluruh dunia. Iklim terganggu selama setidaknya dua tahun setelah letusan. Bukti ini ditemukan dalam studi cincin pohon yang mengungkapkan tingkat abnormal pertumbuhan, model iklim, dan catatan sejarah dari tempat yang jauh seperti Eropa.

Sejarah abad pertengahan, misalnya, menggambarkan musim panas 1258 sebagai musim dingin, dengan panen yang buruk dan hujan terus-menerus yang memicu banjir yang merusak - dikenal sebagai "tahun tanpa musim panas". Namun musim dingin yang terjadi setelah letusan itu dirasakan lebih hangat di Eropa Barat, seperti yang seharusnya terjadi dari sebuah letusan dengan kadar belerang tinggi di daerah tropis. Sebuah catatan sejarah dari Arras (Prancis utara ) berbicara tentang musim dingin yang sangat ringan "yang membeku hanya berlangsung selama beberapa hari," dan bahkan di bulan Januari 1258 "violet dapat diamati, dan stroberi serta pohon apel telah bermekaran."

Di Indonesia, sebuah bencana besar dapat ditemukan pada catatan-catatan yang ditulis pada daun lontar, teks-teks Jawa Kuno dari Babad Lombok yang menggambarkan ledakan vulkanik besar yang membentuk kaldera di Gunung Samalas, di Pulau Lombok. Tulisannya menggambarkan kematian ribuan orang karena hujan abu yang mematikan dan aliran piroklastik yang menghancurkan Pamatan, ibukota kerajaan, dan daerah di sekitarnya. Meskipun catatan-catatan sejarah tersebut tidak menuliskan tanggal yang pasti, tapi mereka menyatakan bahwa bencana itu terjadi sebelum akhir abad ke-13, cocok dengan bukti ilmiah lain yang telah ditemukan dari letusan.

Deskripsi sebuah letusan besar sebenarnya sangat jarang karena letusan seperti itu terjadi hanya sekitar sekali setiap 600 tahun. Ini semacam kronik yang hanya ditulis jika salah satu dari letusan besar terjadi cukup dekat dengan tempat orang yang menulis catatan tapi tidak sangat dekat dengan letusan yang dapat menghajar mereka itu.
 Dalam kasus Samalas, sisa-sisa fisik jauh lebih menggoda daripada teks atau catatan. Kerajaan kuno Pamatan di Lombok mungkin terkubur oleh ledakan yang sangat besar ini dan menunggu untuk ditemukan. Pamatan mungkin akan mirip Pompeii dan bisa disebut Pompeii nya Asia Timur .

Ini tentu menarik. Kadang-kadang efek dari aliran piroklastik dapat relatif lembut, seperti Pompeii di mana abu membunuh semua orang tetapi tidak melenyapkan kota. Letusan lainnya, seperti bagian dari Gunung St Helens pada tahun 1980, meratakan seluruh desa, sehingga kadang-kadang piroklastik juga menghancurkan segalanya. Kita benar-benar belum tahu.

Sekilas Urutan Kerajaan-Kerajaan di Lombok
Secara selintas, urutan berdirinya kerajaan-kerajaan di daerah ini bisa dirunut sebagai berikut, dengan catatan bahwa ini bukan satu-satunya versi yang berkembang. Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang. Lokasi desa ini berdekatan dengan Gunung Samalas. Sekitar tahun 1257, Gunung Samalas meletus Dahsyat, menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.

Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama Selaparang.


Berkaitan dengan Selaparang, kerajaan ini terbagi dalam dua periode: pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M; dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Sebelum Abad ke 16 Lombok berada dalam kekuasan Majapahit, dengan dikirimkannya Maha Patih Gajah Mada ke Lombok. Pada akhir abad ke 16 sampai awal abad ke 17, lombok banyak dipengaruhi oleh Jawa Islam melalui dakwah yang dilakukan oleh Sunan Giri, juga dipengaruhi oleh Makassar. Hal ini yang menyebabkan perubahan agama di suku Sasak, yang sebelumnya Hindu menjadi Islam.

Pada awal abad ke 18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Beberapa Pura besar juga gampang di temukan di kedua daerah ini. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selaparang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Uraian di atas setidaknya bisa menunjukkan bahwa, kerajaan-kerajaan tersebut benar-benar ada, pernah berdiri, berkembang kemudian runtuh. Bagaimana informasi selanjutnya, seperti kehidupan sosial budaya masyarakat awam dan keluarga istana saat itu? Data sejarah yang ada belum banyak mengungkap fakta tersebut.

Sumber: National Geographic Indonesia

Sunday, January 12, 2014

Kepura-puraan dalam pencitraan, ini kata surya paloh saat di wawancara oleh kompas

Partai Nasdem mendapat elektabilitas positif meski upaya membangun partai modern ini baru dilakukan sejak didirikan, 1 Februari 2012. Namun, Partai Nasdem tahu diri. Mereka tetap merasa perlu bekerja lebih gigih dan tekun bersama semua pihak untuk gerakan perubahan.

”Mulai ada kesadaran masyarakat, tetapi memang evolutif. Perlu upaya membangun kekuatan baru mengajak masyarakat menertawakan pikiran dan aliran sesat pencitraan yang didasari kepura-puraan. Buka topeng-topeng pencitraan kosong,” ujar Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat wawancara khusus di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem di Gondangdia, Jakarta, Sabtu (11/1).

Surya menyambut Kompas dengan senyum lebar. Ia spontan menjawab semua pertanyaan sambil sesekali menggambar di notes yang dipegangnya untuk merinci penjelasan dan memukul meja marmer untuk penekanan. Selama tiga jam pertemuan, Surya tetap bertenaga setiap kali berbicara.

Perbincangan diawali dengan melihat kondisi Indonesia hari ini saat banyak pengurus partai politik (parpol) terjerat kasus korupsi, kenapa Nasdem hadir saat apatisme terhadap parpol begitu tinggi dan bagaimana pemerintahan setelah Pemilu 2014.

Mengenai korupsi, ia mengingatkan hal itu sebagai yang dilawan reformasi 1998.

”Setelah 15 tahun, korupsi, kolusi, dan nepotisme yang harusnya hilang atau dikikis malah tumbuh subur. Korupsi kita menggila, juga kolusi. Nepotisme apalagi, bahkan menjadi dinasti,” ujarnya dengan suara bergetar.

KKN juga tumbuh subur di parpol. Gagasan reformasi hanya sebagian kecil yang mewujud, salah satunya kebebasan pers.

Politik gagasan

Karena tumpukan kekecewaan terhadap parpol ini, menurut Surya, masyarakat kehilangan kepercayaan kepada parpol. Wujud kekecewaan itu adalah sikap skeptis, sinis, dan apatis. Padahal, sistem demokrasi yang dipilih Indonesia menempatkan parpol sebagai pilar penyangga utama. Kesadaran ini melahirkan Nasdem yang diharapkan berbeda dari parpol lainnya.

”Indonesia tidak boleh berhenti karena distorsi public trust (kepercayaan publik). Presiden boleh berganti, pemerintahan bisa jatuh bangun, parpol bisa menjadi besar kemudian tenggelam, tetapi Indonesia sebagai bangsa dengan cita-cita harus terus jalan,” katanya.

Menurut Surya, Nasdem didirikan untuk mengisi ruang kosong dalam sistem demokrasi yang muncul karena hilangnya kepercayaan masyarakat kepada parpol. ”Kita gunakan demokrasi. Apa jadinya jika masyarakat tidak percaya kepada parpol?” katanya.

Sebagai alternatif, Nasdem menawarkan politik gagasan yang diklaim berbeda dengan parpol lain. Di tengah cemooh, dipandang sebelah mata, ditertawakan, dan dianggap menggantang asap dengan ilusi kosong, Nasdem menyerukan gerakan perubahan, restorasi yang menurut Surya dibutuhkan Indonesia.

”Indonesia hari ini adalah yang tertinggal dari bangsa-bangsa lain, tetapi kita tidak mau mengakui itu. Kita terninabobokan. Kita mudah sombong dan menepuk dada atas sedikit pujian dari luar negeri untuk hal-hal yang sejatinya kosong. Pijakan obyektif tidak boleh dirancukan dengan pikiran kepentingan pencitraan,” ujar Surya.

Pemerintah kuat

Untuk Indonesia setelah Pemilu 2014, Nasdem mengupayakan kehadiran pemerintah yang kuat. Pemerintah kuat bisa lahir dari pemimpin yang kuat dan mendapat dukungan kuat dari DPR yang sepaham dengan pemerintah. ”Masyarakat memang melihat siapa yang populer. Tetapi, kita doakan agar yang saat ini lemah menjadi kuat. Pemimpin kuat akan menghindarkan pendekatan-pendekatan artifisial penuh pencitraan,” ujar Surya.

Pemerintah yang kuat dicirikan dari kemampuannya membuat kebijakan tidak populer untuk kepentingan strategis Indonesia jangka panjang Indonesia. Surya mendorong mengembalikan peran MPR, penyederhanaan sistem kepartaian, edukasi soal subsidi, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur. Upaya nonkonvensional penggunaan APBN harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang nyata dirasakan rakyat banyak. Mengenai calon presiden, Nasdem terbuka kepada siapa pun putra/putri terbaik untuk tampil. Nasdem bersama semua komponen akan memperkuat siapa pun yang kemudian terpilih untuk mewujudkan perubahan. ”Kalau tidak tiga besar, tidak realistis cawe-cawe ngomong capres,” ujarnya. (Wisnu Nugroho/Iwan Santosa)
"Sumber" www.kompas.com

"Tangan Tuhan" persi NASA

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap citra "Tangan Tuhan" dengan wahana Nuclear Spectroscopic Stero Array (NuStar).

Diberitakan IB Times, Jumat (10/1/2014), Tangan Tuhan itu berjarak 17.000 tahun cahaya dari Bumi, terletak di konstelasi Circinus.

Citra yang ditangkap NASA itu tampak seperti sebuah tangan kiri yang sedang memegang material angkasa berwarna merah.

Walau dinamai Tangan Tuhan, citra tersebut sebenarnya menunjukkan awan material di angkasa yang disemburkan oleh bintang yang meledak.

NASA pertama kali mendeteksi Tangan Tuhan itu dengan Chandra X-Ray Observatory pada tahun 2009, ketika obyek itu dideskripsikan sebagai obyek kecil dengan diameter 19 km.

Obyek itu disebut sebagai pulsar dengan usia yang sangat muda. NASA menamai obyek itu PSR B1509-58 atau singkatnya B1509.

Para astronom percaya bahwa B1509 memiliki medan magnet yang intens, sekitar 15 triliun kali lebih besar dari medan magnet Bumi.

Tangan Tuhan pertama kali dicitrakan dengan sinar X. Tangan tampak biru dan cahaya yang berenergi lebih rendah tampak berwarna hijau dan merah.

"Partikel-partikel ini berinteraksi dengan medan magnet di sekitar material sehingga berkilau dalam citra sinar X," demikian keterangan NASA.

"Hasilnya adalah awan yang dalam citra sebelumnya tampak seperti tangan yang terbuka. Pulsarnya sendiri tak terlihat dalam gambar ini, tetapi terletak di dekat titik putih terang," imbuh NASA.

Lalu, mengapa pulsar yang berinteraksi dengan material itu tampak seperti tangan?

"Bagian utara di mana struktur mirip tangan terletak lebih menyusut daripada bagian selatan, di mana semburan terletak, menunjukkan dua area yang secara fisik berbeda," kata NASA.

"Awan merah di ujung struktur serupa jari adalah struktur yang berbeda, disebut RCW 89. Astronom berpendapat, angin pulsar memanaskan awan, menyebabkannya berkilau dalam sinar X berenergi rendah," pungkas NASA.
"Suber kompas.com